Bumi tahtaku terbagi 2 bilik
Dari pilihan taktik strategic hasilkan lirik
Nusa nan sempit sudah lama kutampik
Tapi pertahanan butuh senjata otomatik

Agar seimbang tak setajam pisau pedang
Yang tak pernah berhenti dan terus berulang
Kunci kehidupan memang bukan mainan
Hapus hitam menyelebat bagai bayangan

Berat dosa bukanlah ada di pundak kanan
Mungkin di suatu tempat yg tak pernah terpikirkan
Banyak yg melatih lidah berkata-kata indah
Menganggap hidup di pijak milik nenek moyangnya

Shit! things would never be da same
Coba kontroversi biar mirip eminem
Percuma lidah bersumpah klo menyerah bah!
Berarti kau bukan apa2 hanyalah sampah

Coba tuk pikirkan lebih dewasa
Genggam yg benar, hindari yg salah
Susah? lubang basah pusat indra pun terjarah
Parah… jika otak tak pernah enyam amanah
Terus teriak walau suaraku jadi serak
Dahak mengalir deras bagai arus Niagara
Kejar ambisi agar hidup capai titik sempurna
Think Realistic don’t be phathetic
Bikin semua simple lewati alur yg static
Turn it to positive don’t think negative
Rubah semua maksimal lewati alur pasif

Sama rata sama rasa
Nikmati hidup hendaklah di bagi bersama
Nafsu kan jadikan hina nestapa
Coba hindari maka kau hidup bahagia

Tunjukkan sesuatu yg ada di dalam diri
Katakan yg ingin kau katakan kepada kami
Karena ku coba untuk mengerti
Apa hidup ini hanya untuk menunggu mati

Semua menghampa terasa tak berarti
Jika berkata tapi tanpa jati diri

Seperti/lempar batu sembunyi tangan
Kau coba belagu kau sendiri yg rasakan

Ga peduli pemula atau pun tetua
Semua sama masih belajar atau pun masta
Bermetamorfosis menjadi bentuk nyata

Adalah fakta biar pena dan tinta berbicara

Tak ada yg tipuan komposisi
Karena semua dapat befikir tumpahkan isi

Smua saling menyokong tutup smua bolong
Hanya saja engkau jangan sembunyi di balik bokong…

posted with full-consciousness