Akhirnya, setelah penantian yg sekian lama, penantian tanpa akhir dan kejelasan bagaimana ujungnya. Ya, aku sadar hal inilah yg telah membuatku kosong, yg telah membuatku sering melamun, adalah kejelasan ini. Akhirnya, seperti yg Ayah katakan kepadaku, teruslah lakukan persiapan, gali terus potensi dirimu, ayah sudah mencoba menghubunginya, kelak nanti apabila sudah ada kejelasan, akan ayah hubungi km lagi. Antara di Jakarta atau di Surabaya. Ya, aku memutuskan untuk stay di Jogja saja, menutupi segala kekuranganku, mencoba untuk stay fokus terhadap tujuanku didepan. Akhirnya, Paman menelpon saya “bagaimana wan? Udah siap? Nanti Om Datto rencana antara ke Surabaya buat ketemu tim psikotesnya, km ada waktu libur kapan?”. “Siap, skrg sedang libur om, jeda libur sampai tanggal 7”. “Oke, km kurangi makanannya ya, jangan terlalu gemuk. Hindari daging dulu, sebisa mungkin makan sayur dan ikan”. “Siap, sudah 65kg om, iwan persiapan latihan soal”. “Oke, latihan terus, nanti om kabarin. Jangan tinggalkan shalat, tahajjud, dhuha. Itu kekuatanmu wan…”. That’s all.

Aku merencanakan segala kegiatanku. Mengorbankan yg kuinginkan untuk yg kubutuhkan. Maaf Dessy, Imam. Though I miss you so damn much, I couldn’t attend your invitation. So sorry..

Mulai besok, aku bangun, belajar psikotes. Jam 10 tepat, lari di lapangan UGM. Syukur kalo Ajie mau menemaniku latihan, dan setelahnya renang.. Ya, renang. Sebelumnya aku akan ngasih kabar ke dia “Aji, mau latihan tingkat dewa ga?”. Standar, tp ya begitulah.. Kejelasan sudah ada, dan orang itu lah yg terdekat dari jalan emas yg kuincar. Ya, dia. Maret nanti, masih koptar dia sudah diajukan ke NDA (National Defense Academy) terletak di Jepang. Masih tingkat 1, baru naik jadi Koptar. Saya, akan berusaha menyusul anda! Saya harus bisa seperti anda, anda memang akan menjadi saingan yg berat di depan nanti. Kelak, saya akan melampaui anda. Saya akan berusaha, saya harus bisa melampaui paman saya. Harus. Sekarang, saya harus memperbaiki cara ngomong saya, cara saya memperlakukan rekan² saya. Saya harus kembali. Ya, mataku sudah terbuka. Hatiku sudah terbuka. Dan, ditengah perjalanan ini. Saya harus melangkahkan kaki saya perlahan, dan pasti. Karena saya belajar dari kerasnya hidup. Karena saya belajar, dari berharganya sesuatu diperoleh dengan jalan yg terhormat. Ya, saya harus meyakini itu dari sekarang.. HAVE FAITH🙂

posted with full-consciousness