Sedikit pembicaraan yg berbobot dengan orang yg bayangannya paling jauh dengan saya sekarang ini. Walaupun orang lain bilang, bentuk, wajah dan tingkah laku serta kecerdasan, dan pola pikir saya sama dengannya, itu tidak membuat saya bangga. Tapi, saya merasa kalau diri saya ini masih berada dibawah bayangannya. Dia, saingan saya seumur hidup. Banyak kesamaan antara saya dan dia, mungkin dahulu waktu ibu saya mengandung saya, dia membenci orang ini. Dan, karma tetap berlaku. Saya sama seperti kloning / fotokopian dr orang ini. Semua yg saya lontarkan dalam keseharian saya, terutama konflik bathin dan idealisme yg sering berkecamuk dalam diri saya sendiri, hanya dibalas kamu emang sama persis kaya om Dato wan, pikiran kamu, tingkah laku kamu . Itu saja.

Saya harus mampu mengubah pola hidup dan aspek penilaian saya terhadap pribadi orang lain. Saya ga boleh memandang orang lain kurang dari saya, or lebih rendah dari saya. Tp saya harus memandang orang itu sebagai orang yg memiliki kelebihan di bidang yg lainnya, sehingga saya tetap ikhlas dalam melakukan sesuatu terhadapnya. Saya harus mampu mengatasi kekurangan diri saya, saya harus mampu menutupi dan membuat kekurangan ini menjadi kelebihan saya. Saya harus sedikit memberi kesempatan kepada rekan kelas saya yg ingin maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal, karena semua dosen sudah mendapatkan kesan baik terhadap saya, dan dengannya, maka saya harus sedikit menahan diri, dan sebagai last blower ketika suatu soal tak terpecahkan. Saya harus mampu menenangkan diri saya ketika persoalan datang menghampiri saya, dengan berkenalan baik dengan diri saya dan cukup bilang heh wan, ni masalah baru dateng nih.. Tenang ya, kita bisa kok ngatasin ini, ga ada yg ga bisa . Saya harus mampu menekan jiwa kompetisi saya yg tinggi, karena memberikan kesempatan kepada yg lain adalah penting juga. Saya harus mengenali jiwa saya jauh lebih dalam lagi. Saya harus mampu menyelesaikan masalah dengan sangat tenang, karena ini mampu meningkatkan daya tahan terhadap stress. Cukup dengan duduk sejenak dan tarik nafas, maka saya akan mampu menyelesaikan segala sesuatunya dengan tenang.. Hidup bukanlah peperangan. Hidup adalah masalah pengambilan keputusan karena kemana saya mau, dan menjadi apa, itu semua saya yg menentukan, dan sayalah yg menentukan keputusan apa yg akan saya ambil untuk mendapatkan apa. Saya harus mampu menganalisa tujuan hidup dan keberadaan saya. Dimulai dari stimulan, buat apa saya menjadi Taruna Kadet AAL? Saya ini siapa? Ayah saya ini siapa? Ibu saya siapa? Abang saya siapa? Dan, saya tinggal dijogja ini menggunakan uang siapa? Saya harus punya keinginan untuk sekolah tanpa membebani kedua orang tua. Bagaimanapun juga, saya harus mampu menjalani hidup saya.

Kepercayaan diri, bukanlah sesuatu yg mendorong kita untuk berubah menjadi pribadi yg egois. Tapi kita memiliki filosofi masing². dunia boleh benci saya, tapi saya ga akan benci terhadap dunia. Semua orang boleh benci saya, tp saya ga akan membenci mereka. Tapi saya akan buktikan kepada mereka, dan akan membuat perhitungan kepada mereka, agar kelak mereka tahu, bahwa niatan saya adalah BAIK

Saya harus mampu berkomunikasi dengan diri saya. Dan saya harus mampu mewujudkan konsep Pemimpin ada untuk melayani. Bukan untuk dilayani. Hidup ini indah, tp untuk mencapai keindahan tersebut tentu tidak mudah. Oleh karena itu, gapailah angin setinggi mungkin, agar hidup indah tersebut benar² merupakan hasil jerih payah dan rasa sakit selama ini.

Hilangkan semua luapan emosi. Redam emosi dengan diam dan memikirkan bagaimana solusi penyelesaiannya, dan menenangkan pikiran sejenak. Setelahnya, sampaikan apa buah pikiran yg ada dan jangan asal memuntahkan luapan emosi secara membabi buta.

Perbaiki hidupmu, mulailah menjalani segala sesuatu dengan GEMBIRA! Karena hasilnya akan selalu memuaskan. Karena dengan kegembiraan, kita mampu membuat garis melengkung di bibir orang yg tengah termenung.

MULAI ESOK! Saya akan membuat KEPUTUSAN HIDUP SAYA!!

posted with full-consciousness