Hari ini, tante ane udah pulang dari Jakarta, nemenin Paman ane yg merupakan dinding tinggi yg harus ane lampaui.. Ane dibeliin kaos warna abu² + sepatu lari🙂 alhamdulillahi rabbil alamin.
Ane dititah buat ngebaca buku yg dulu ane pengen beli, tapoi waktu itu ane ngeliat buku itu tebel dan ane ga punya cukup kepeng buat beli ntu buku gan. Akhirnya, ini garis besar yg ane baca (baru sampe halaman 77) buku ini seakan menjadi jurnal kehidupan ane buat mencapai kestabilan psikologis dan sarana untuk ane menjadi pemimpin yang besar, yg menerapkan aspek “kekeluargaan-sama-rata-sama-rasa, saling menghargai dan kesetiaan tiada akhir” sebuah model kepemimpinan yg selalu ane ingin wujudkan di ranah militer Indonesia. Seperti yg diterapkan Mahmoud Ahmadinedjad, Presiden Iran yg memilih naik pesawat Kargo, mobil penumpang biasa, menolak akomodasi negara utk kenyamanan presiden dan memilih buat memangkas akomodasi itu buat pembangunan. Bukan sistem Top-down yg dilestarikan sama ranah permiliteran di Indonesia. Ini diantaranya, Kisah dr penguasa jepang di abad XVI. Hideyoshi Toyotomi

Ini pokok-pokok yg menurut ane bagus. Sebuah Jurnal untuk menjadi Pemimpin yg reformatif, sesuai sifat ane yg ga bisa mentolerir adat/tradisi yg kurang efektif, baik,ataupun efisien. Dan jiwa ane yg selalu memandang sesuatu yg menurut orang, itu sesuatu yg tidak wajar..

1. Inti dari kepemimpinan adalah melayani. Bukan dilayani.
jadi, seperti ahmadinedjad. Jangan beranggapan jadi pemimpin adalah kekuasaan yg menyenangkan, tersohor, santai, bebas menentukan sesuatu semaunya. Tp ingat, itu adalah sebuah tanggung jawab yg besar. Nasib jutaan orang ada ditangan kita, sekali kita salah mengambil keputusan, nyawa pengikut pasti jadi taruhan. Dan kesalahan selalu ada, karena kodrat yg manusiawi yg pantang adalah.. Ragu dalam mengambil keputusan.
2. Mereka yg memiliki aspirasi utk memotivasi pengikutnya harus bisa menghargai. Karena pemimpin harus bisa bersyukur.
Ini mutlak penting, aspek ini yg masih kurang dlm diri ane, insya Allah ane mampu mengatasinya seiring berjalannya waktu.. Karena kepuasan juga harus ada setelah kita mencapai suatu prestasi. Karena anda tidak akan pernah bahagia kalo ga pernah bersyukur. Selalu merasa kurang dan mendidik untuk menjadi karakter yg serakah.

3. Mengasah kemampuan untuk mampu menilai karakter seseorang.
Alhamdulillah, untuk bakat ini ane tergolong expert dan ga pernah meleset. Ane bersyukur, mungkin ini sifat genetis dr bokap ane yg notabene Polisi..

Aku menganggap setiap tugas baru, betapapun remeh, sebagai sebuah pijakan menuju jabatan yg lebih tinggi. Aku mulai memahami bahwa menilai sebuah pengalaman baik atau buruk tidak ada artinya. Yg plg ptg adalah bagaimana mengambil pelajaran dr semua itu. Usaha yg amat keras memungkinkan mereka yg mulai dr nol untuk mengungguli mereka yg sudah dibekali kedudukan dan hak istimewa. Inilah perjuangan, karena 4. pemimpin harus bekerja lebih keras drpd yg lain. Langkah pertama yg berani telah mengubah nasibku dan nasibmu juga.

5. Jangan jadi orang yg 20 taun dr skrg mengingat-ingat masa lalunya dan menyesali kegagalannya memanfaatkan momen yg mungkin akan mengubah keberuntungannya. Sambarlah kesempatan dengan kedua tanganmu! Keberuntungan memihak mereka yg berani.

6. Bertindaklah berani pada saat kritis. Selera humor dan kemauan untuk mengabdi adalah aset yg sangat berharga bagi seorang pemimpin yg punya aspirasi.

7. “Dedikasi kepada org lain akan membuat org lain berdedikasi kepadamu. Hanya mereka, para pengikut yg berdedikasi yg bs mencapai tampuk kepemimpinan.

8. Jika kau berhasrat memiliki pengikut setia, terapkan pengabdian utk itu. Dedikasikan dirimu pada pemimpinmu. “Mereka yg punya aspirasi utk memimpin, mula-mula hrs belajar melayani.

9. Usia muda dan visi yg jelas adalah kombinasi yg tidak terkalahkan.

Apakah kau ingin mengembangkam dirimu? Maka praktikkanlah pandangan ke depan. Pilihlah pemimpin yg memiliki visi.

“Kebijakanku mudah saja : selalu melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Apapun pekerjaan yg ditugaskan oleh atasan-tidak peduli seberapa remeh-menuntut usaha terbaikmu”.

10. Pemimpin yg memiliki aspirasi memahami dedikasi. Lakukan segalanya demi tugas yg sedang dikerjakan. Jika kau memiliki aspirasi untuk memimpin, cobalah berusaha untuk menonjol.

Kesampingkan kepentinganmu demi kepentingan pemimpinmu. Ingatlah orang yg menjadi kiblatmu akan menuntun hidupmu ketimbang kau melakukan aktivitas² demi kepentinganmu sendiri. Org² muda cenderung menekankan apa drpd siapa. Alihkan perhatian kapa yg kau kerjakan dengan kepada siapa kau bekerja.
dalam konteks ini, orang ideal yg menjadi pemimpin ane adalah papa kayanya ya, insya Allah I’ll obey every words he wish me to do.

11. Rahasia penyelesaian masalah. Hadapi setiap tugas dengan tekad yg mantap.
Jamgan setengah², tp full force!

12. Buat bawahanmu seperti keluarga🙂 Jadilah atasan yg tidak menekankan keinferioritasan bawahan, cobalah berbaur.

Ketika kamampuanku diakui, aku bergumam senang “Hideyoshi adalah org yg bisa menyelesaikan apapun”.

13. Apakah kau mengerti cara menjaga loyalitas? Jadilah seorang pemimpin, bukan seorang atasan.
Karena atasan cuma memerintah, tp pemimpin adalah seni mempengaruhi.

Jaga hub dgn org yg kau temui, suatu saat merekalah yg akan membantumu. Jika kau berusaha menarik pengikut, lakukanlah ini dalam menjalin relasi dan pelihara asetmu yg plg berharga – jaringan personal. Mereka yg hanya bergantung pada pedang, mungkin kuat dlm persenjataan tp lemah dalam pikiran. Sebagaimana dlm peperangan, pemimpin yg bijaksana akan berstrategi dengan cara melakukan persiapan dengan matang dan bertindak berani.

14. Pemimpin yg cerdas akan membalikkan situasi, mengubah kelemahan menjadi keunggulan. nah ini dia yg harus ane terapkan! Semoga ane bisa (berhubung dimana ane serius, pasti ane ditunjuk secara aklamasi buat jd pemimpin)

Nah, seginilah semuanya🙂 nanti ane lanjutin part IInya oke..