Usaha, keringat, daya, upaya dan doaku ternyata masih belum cukup.. Prestasiku, masih belum menyamaimu.. Ya, saya harus kasih yg lebih baik lagi.. Mungkin memang anda ayah yg paling keras, tapi dibalik semua itu saya tahu anda peduli.. Mungkin Ayah lain, ketika melihat segudang prestasi yg saya peroleh, sudah merasa senang dan mengatakan “pertahankan!”. Karena “pertahankan” mencerminkan stagnasi dan tidak progresif.. Tapi saya tahu, anda tipe orang yg hanya akan mengangguk, dan berkata.. “Masih kurang,nak kejar lagi”. Okay dad, I will, for you I will.. I knew my brother fail. Dan ya, saya akan jadikan itu pelajaran.. Dan saya hargai kecemasan kalian, yg berpikiran engga² disini saya ga bener.. Tapi sillahkan anda tanya orang² di UII ini, siapa yg tidak kenal saya.. Tapi silahkan anda tanya kepada mereka, bagaimana saya ini.. I know dad, you followed the old orders, tradisi lama.. Tapi, prinsip saya :

1. Jangan setengah² kalo melakukan sesuatu, totalitas, 100%.
2. Waktunya main, main 100% waktunya kerja, kerja 100%, waktunya belajar dan ibadah, juga 100%.
3. Hak, bisa diperoleh setelah kewajiban. Selesaikan tanggung jawab, baru atur urusanmu sendiri.

That’s all, am I wrong?