Alesan kenapa gw nulis blog ini simple. Karena tadi gw mengalami sebuah fenomena, dimana mimpi lo, full lo kendalikan, dan seakan² lo di belahan dunia bagian lain. Nah simak lucid dream gw berikut.

“Gw terbangun di sebuah tempat, yang jelas familiar sekali dengan masa lalu gw. Ya, tempat itu B*l*irung P*ncasila SMA gw dulu. Entah ada acara apa yang akan digelar, yang jelas seluruh atm*sphere berkumpul. Gw diantar oleh ayah kesana. Awalnya, gw bingung mau pake baju apa. Tapi, ayah menyodorkan PDH akp*l. (lagi² akp*l. Gw jelas udah sakit hati atas hasil gw di 2012 ini…) gw pake lah baju itu. Teman² menyapa gw, “oh lo di akp*l toh wan… bagus lah” itu kata mereka. Dan ketika gw papasan sama temen² gw yang bener² akp*l. Mereka bilang “Lo akp*l kok tapi kita ga pernah ketemu di resimen ya wan?“. Akhirnya gw masuk ke dalam mobil yang gw parkir di barat laut balairung. Ya, sebuah sedan dinas ayah gw. Lancer SEi. Dengan cat abu². Dimobil itu, gw ngeliat muka gw sendiri di kaca, dengan PDH gw. Yang kebetulan, gw lepas topi gw dan terlihat jelas ramput gw yang entah kapan dicepak. Anehnya, temen gw malah parkir tepat di depan balairung, di sebelah utara tiang bendera. Padahal, irup ada disitu. Kami stay disitu untuk beberapa saat. Tidak lama kemudian, rombongan voo rider datang, dengan mobil serba hitam. Terlihat mereka sudah sampai di boulevard. Dalam hati, gw berkata paspampr*s! Tapi masa irupnya RI1?. Dan benar. Irup turun dan naik ke mimbar upacara tepat di depan gw. Akhirnya, temen gw memutuskan untuk parkir di tempat lain. (anehnya, irup seakan ga melihat mobil yang jelas ada gw dan teman² gw). Setelah itu, gw jalan kaki menuju boulevard ujung SMA gw, dekat dengan pos penjagaan. Disana ada bus butut. Dan gw ketemu M*rena. Salah satu teman SMA gw yang juga orang timor. Anehnya, M*rena yang ini, kok dia malah bawa beras? Tanpa pikir panjang, gw sok belaga seperti di film chronicles. Dengan psikokinetik, gw angkat beras itu ke dalam bus. Oh iya, psikokinetik gw hanya akan bekerja, apabila gw dalam konsentrasi penuh dan dengan gerakan tangan yang sesuai, barulah suatu objek itu terangkat. Dengan sedikit merasa aneh, tapi di saat itu gw jadi merasa sombong luar biasa karena punya kemampuan psikokinetik itu. Akhirnya, gw kembali ke mobil gw. Tancap gas. Anehnya, seketika gw ada di sebuah alam, mayoritas jalan tol. Jalannya sangat sepi. Cuma ada terlihat 2 / 3 mobil di ruas jalan berbeda yang arahnya berlawanan dengan arah mobil gw. Ada truk warna kuning, dia jalan berlawanan tapi anehnya, truk ini seakan berjalan di atas parit tepat di sebelah kiri gw. Dan tol yang gw lewati, ironisnya hanya 1 lajur. Gw liat kiri kanan di mimpi gw itu. Langitnya cerah, tapi mataharinya tertutup awan. Jalanannya mulus, tanaman dari kiri – kanan terlihat sangat sangat sangat hijau. Entah gimana ceritanya, gw mampir ke sebuah tempat pertemuan. Tapi, itu bukanlah tempat, gw malah sempat berpikir, itu rumah milliarder kaya asal Jepang. Dimana rumahnya, terletak diantara hutan dan juga pantai. Disana, berkumpul lah orang² terkaya di dunia (menurut mimpi gw, gw jelas ga tau siapa orang² yang ada di ruang pertemuan. Mereka semua memakai tuksedo yang dari jauh saja, sudah terlihat minimal harga tuksedo itu 5 juta rupiah. Dan ada 3 remaja, dengan baju kaus rada kebesaran dan celana jeans menggunakan topue). Seketika, mata gw berkelibat aneh, dan akhirnya gw melihat orang dengan mosaik warna yang indah. Seperti warna² orang itu berwarna layaknya kertas tes butawarna itsihara. Dan, sebagian dari mereka, berwarna jelas. Sebagian blur. Semua orang yang warnanya jelas, entah kenapa gw tahu mereka punya “jiwa yang kuat” makanya tidak heran kenapa mereka bisa sekaya itu, karena ditopang oleh “jiwa yang kuat”. Gw pun menyalamin mereka yang berwarna paling jelas. Dan ya, gw memuji mereka. Dan gw juga menyalami orang dengan warna paling kabur. Dan memberitahukan, bahwa jiwa mereka lemah dan akan segera dimakan zaman. Entah karena kesombongan atau apa, gw mengangkat semua benda yang ada di dalam ruangan dengan psikokinetik gw. Di depan semua orang dengan sangat sombongnya. Dan gw berkata dalam hati, “seharusnya gw sadar, kalo untuk bisa melakukan psikokinesis seperti ini gw harus konsentrasi dan berkhayal, karena jiwa gw cukup kuat untuk merealisasikan psikokinesis ini ke dunia nyata“. Gw membagikan cangkir gelas untuk hadirin disana dengan psikokinesis yang gw miliki. Seketika, mata gw mengerjap hebat. Dan semua orang dengan warna itsihara tadi, berubah menjadi warna yang terang dan yang buram. Kali ini, gw sempat mengecek apakah hidung gw mimisan / tidak. Dan ya, tidak mimisan. Kembali, gw menyalami hadirin disana. Lalu, 3 orang anak remaja itu menodong²kan sebuah alat yang mirip senjata power ranger dengan panjang 1,5 m. Dengan warna emas metalik dan mayoritas merah. Senjata itu malah berfungsi bagaikan vakum. Karena mereka tidak mau dengar apa kata hadirin untuk segera mematikan mesin itu, gw berpikir (seumur² gw mimpi dan bisa mikir). Kalo cara kerjanya kaya vacum, pasti ada baling². Penggerak baling² pasti kumparan / dinamo. Gw segera membayangkan dinamo itu. Yang keluar di benak gw, malah dinamo tamiya dengan warna tembaga dan merah. Gw hancurkan dinamo itu setelah menjulurkan tangan, dan meremas dinamo itu (di benak gw). Alatnya mati, ketiga remaja itu terlihat sibuk ingin mengoperasikannya segera. Gw, dengan santainya bilang, “itu ga akan bisa nyala lagi, barusan dinamonya udah gw hancurkan dengan kekuatan gw“. Mereka ga menghiraukan, akhirnya dengan sedikit emosi, gw menghancurkan alat itu. Meledak mulai dari moncong, sampau ke pangkal senjata. Dan herannya, gw membayangkan dalam benak gw, yang gw hancurkan sekaligus si pemegang senjata di ujung pangkal. Gw panik, karena si remaja itu mendadak perutnya sebesar bola yang dipake orang untuk fitness. Lalu, dia kentut dengan sangat kerasnya, membuat KO 1 ruangan. Meluluhlantakkan 1 ruangan. Seketika, ada semacam kura² karnivora purba yang sangat besar, seperti gedung MPR menyerang ruang rapat. Gw melarikan diri beserta milliarder lainnya. Tapi, terlihat di mulut pantai, 2 orang dengan pakaian samurai lengkap berkata “sudah waktuku untuk menahan makhluk ini disini“. Ternyata, orang itu adalah pemilik rumah. Ditemani dengan kepala pelayannya.

Gw pun pulang. Di rumah, ada ayang yang sedang menonton TV. Dan ya, ternyata semua keluarga berkumpul di rumah gw. Gw mencoba mempsikokinesis / telekinesis tempat kue lebaran, dan dia terbang kemana². Lalu, magic jar di samping meja makan, gw pindahkan kesini,kesitu dengan mudahnya. Lalu terdengar, “Muhammad! Muhammad!. Ya, itu babe gw. Dari nada memanggil, gw tau gw bakalan disuruh sesuatu. Dan ya, gw disuruh ngangkat 2 piring kotor yang udah ditumpuk dan ada gelas diatasnya untuk segera dicuci. Gw berniat menunjukkan kemampuan gw dengan mengangkat 3 item itu dengan psikokinesis. Ternyata oleng, dan akhirnya pecah. Gw pun menyapu serpihannya dengan sapu biasa. Dan seketika sudah berkumpul di satu titik pecahan itu, gw mempsikokinesis pecahan itu layaknya shuriken dan gw lempar jauh² ke rumah tetangga. Dan gw pun langsung masuk kamar, membaca ensiklopedi tentang psikokinesis / telekinetik. Ternyata, kemampuan gw harus diasah .lagi. Dan ya, sekian lah mimpi gw sampe akhirnya gw terbangun dari tidur panjang, mulai dari jam 5 – jam 10.30.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Posted from WordPress for BlackBerry.