Now, I’m on the right mood to write another thread of minds, this time let’s think and contemplate together, phenomena of autopilots.

Sebenernya gue gatau juga nama resmi dari “ketika anda melakukan sesuatu dalam state alam bawah sadar, menjalaninya tanpa perlu mikir, tapi itu semua udah otomatis berjalan apa adanya” nah, dari beberapa kata yang panjang itu, gue lebih seneng nyebutinnya dalam istilah “autopilot”.
Sebenernya alasan utama gue pengen ngangkat tema ini, soalnya ketika gue di bogor kemaren, I’ve been through a lot of sh*ts. And it’s because of autopilots. Sebenernya autopilot itu bagus sih disatu sisi. Kenapa? Soalnya apa yang lo perbuat itu cenderung natural, ga ada dibuat² dan ga ada rekayasa. Tapi, beberapa orang yang autopilotnya kurang terlatih, justru bisa jadi malapetaka buat dirinya sendiri. Gue bilang begitu bukan berarti gue udah bisa ngontrol autopilot gue. Sering banget gue lupa, kadang ketika lo lagi dalam fase autopilot, orang mungkin ngeliat lo biasa² aja, tapi lo kadang berpikir ketika autopilot, lo berasa lemot. Berasa kalo mikir loadingnya luaaama.

Pemicu autopilot pada dasarnya yaitu beban pikiran yang banyak. Ya banyak:
1. ketika lo memilih untuk tidak terlalu berlarut dalam suatu masalah, itu sebenernya yang memacu lo masuk ke dalam autopilot.

2.Ketika lo tidur kebanyakan (ini gue banget, gatau kalo yang lain) bener juga, tidur kebanyakan bikin lemot.

3. Ketika lo kebanyakan mikir 2 – 3 langkah ke depan.

Itu penyebab yang bisa gue analisis sih, dan gue gatau analisis itu valid apa engga. Gue sempet berpikir, kalo autopilot ini ada hubungannya dengan gelombang pikiran. Waktu itu gue pernah ikut training sama orang Yamaha Music yang kerjanya di Kaizen Center nah disitu dijelasin ada 3 tipe gelombang otak, alpha, beta dan theta. Pokoknya menurut gue autopilot ini masuk ke gelombang alam bawah sadar ketika “saringan informasinya kecil”. Jadi in this state of consciousness to unconsciousness, merupakan state of mind terbaik bagi seseorang dalam learning new things.

Alasan gue pikir autopilot itu baik, mungkin adalah ketika gue jawab soal² ujian, itu murni autopilot yang jalan. Kadang ketika gue ketemu sama soal² ujian, ya tarolah pas kuliah ini. I’m quite an excel student among my friends. Gue suka ditanya “nomor ini jawabannya apa, wan? Atau nomor ini lo jawabnya berapa, wan?”. Like hell as if I’d still remember what I wrote down there, fellas. Gue. Blank. Sama. Sekali. Apa. Yang. Gue. Tulis. Barusan.

tapi, selama gue ujian gue bisa nge-replay apa yang dosen gue omongin di kelas tentang materi kuliah tertentu, mimiknya, ekspresi wajahnya pas ngomong, intonasi suaranya, posisi gue duduk, lighting ruangan gue kuliah. Mungkin ini salah satu latihan kecil²an buat chain of memorizing. Terus²an lo lakukan ini dan akan dapet benefitnya di depan nanti. Malah kadang gue mikir, ” barusan gue ujian itu yang mikir tangan gue apa otak gue sih? “. Jadi, gue sedikit demi sedikit bisa mencerna apa aja cerita ajaib yang bokap gue pernah cerita ke gue dulu, salah satunya :
“Papa pinter sih enggak, tapi pas papa dulu Ak*bri, papa ga pernah remedial tuh. Malah papa waktu ujian, tangan papa jawab sendiri, bahkan papa gatau apa yang papa tulis. Dan hasilnya bagus”. Men, beruntung gue punya bokap kaya gitu, dan ya semoga informasi itu terekam dalam genome DNA gue. Amiiin.

Ada juga kata dosen gue, orang yang banyak membaca < orang yang banyak berpikir. Jadi, banyak²lah berpikir. Gue pun mencerna banyak nasihat dari orang tua, paman, dan tante selalu gue cerna baik², gue renungkan. Bukan berarti gue lemot buat nangkep dengan cepat. Walaupun in fact, gue mikir kadang suka kelamaan, soalnya gue bisa mem-breakdown permasalahan sedemikian rupa, tapi belum sanggup buat ngasih batasan yang tepat dari suatu permasalahan itu. Jadinya, kalo mempertimbangkan sesuatu, harus mulai dari “masalah udah dapet, tinggal nentuin skala prioritas”. Ya, I think I wrote too much, I’m thinking about ending this writing🙂 have a nice day. And fyi, I’m writing this blog while waiting on the airport’s waiting room because I bound to Denpasar to spend the rest of my holiday hueheueheuehe