Latest Entries »

Growing ups

“Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan” this very quote wake me up from my dream. Today, just when the rain is falling hard outside my bedroom. I have nothing to do, still I waste my time alone inside my bedroom. Without doing anything productives at all. Well, you know you can’t underestimate me of my capability for doing completely nothing in a day B-)

I have a month of free day, not certainly free day, but literally free days. So, I might use the rest of my day to play with my mind. Why would I took that name for my post’s title today? The answer is simple, a glance of light came into my mind, and yeah I would like to share my opinion about grow ups.

First, you gotta realize this. You had that actual idealism that you built yourself, based on other’s advices or simply from yourself when you were contemplating, taking your time alone, thinking about what kind of life you want to live, thinking what would you gonna be, for 10 or maybe 20 years later from today. I, myself realized, that I had many dreams long time ago, and I embraced my own principes. But, as time goes on you will find a lot of differences, a lot of whole new world you never gonna be sure about, something new, something that could really turn your mind around, and to think certainly different way. When there were informations served upon you, it’s all by yourself to judge and perceive them you may change your idealism toward yourself, your life or anything. This phase of thinking is what I call growing ups. Yah, tumbuh dewasa. We may be young, wild and stupid. Nah, on that very age we’re given time to develop ourselves, to sharpen our mind. It’s okay to change your idealism after all, “idealisme itu boleh, tapi harus disesuaikan dengan realita yang ada” itu juga merupakan nasihat yang pernah didenger dari abang kelas gue dulu waktu SMA.

I don’t know what kind of words I should write anymore, at the end of this writings I would like to give some advices for you :
1. Never regrets, never worries
2. Nothing in this world is certain. The only certainty is uncertainty.
3. Growing up means there should paradigm shifts from one to another
4. You define your own self
5. Always do whatever your heart tells you, sometimes mind do haywired, but heart doesn’t. It only breaks ­čÖé
6. Arivederci ­čśÇ


asal aja

Pagi abis ujan. Bener, sekarang lagi zaman-zamannya gue UAS. Memang bener, kalo manusia butuh introspeksi, dalam konteks ini manusia itu laki┬▓. Hal yang paling simple dilakukan untuk introspeksi diri, adalah dengan mengendarai motor keliling sendirian di tengah kota atau ke pelosok┬▓. Gue bangun jam 2 pagi, ngopi sebentar, terus coba ngerjain kisi┬▓ buat nanti. Apalah daya, gue lupa pinjem username buat login hotspot di kosan, alhasil, mau gamau gue pun harus nyari tempat yang oke buat hotspotan JAM 2 PAGI. Gue ganti baju dan akhirnya cabut.
Terbersit di pikiran, gue pengen nyobain McD di jombor. Buat hotspotan sambil browsing di internet. Dan gue pun langsung manasin motor dan cabut kesana lewat ringroad. You know what? Pasca ujan, ternyata jalan diringroad udah kaya kolam ikan. Genangannya tinggi banget, gue sempet mikir disitu ada buaya, atau putri duyung lagi luluran. Ternyata ga ada, makanya gue jalan pelan┬▓. Selain takut ditimpuk sama putri duyung, juga takut basah. Yang fatal, gue ngebut hampir 120km/jam dan pas lampu merah, gue rem belakang ban gue selip dan gue hampir mati. Tapi, ternyata gue lagi hoki jadi ga masalah.
Alasan gue pengen ke McD jombor? Karena waktu dulu cewe gue sama temennya pernah kesana buat hotspotan ngerjain tugas. Jadi gue penasaran. Pas udah muter balik, ekampret ternyata tutup. Iyah, tutup McDnya ga 24 jam. Terbersit di kepala buat cabs ke platinum atau McD Sudirman. Gue memilih McD Sudirman, disana ada hotspotnya juga. Gue pun hotspotan dipojokan sambil asik dengerin lagu + menikmati paketan double cheese burger, kesukaan gue. 90% udah gue kerjain, baru 1 jam disana segerombolan anak┬▓ clubbing masuk di McD tepat di depan gue. Semuanya hotpants-an dengan celana 1 meter di atas lutut ditemani sama cowo┬▓ yang tatonya bejibun tapi postur badannya menyedihkan. Seketika itu, mata gue sempet seger (karena sepet juga ngeliatin slide). Jam demi jam berlalu, sampe akhirnya matahari terbit. Pas gue di McD, cewe gue bbm gue. Entah dia kebangun apa belum tidur, tapi yang jelas pas gue bangun jam 2 kan kondisinya ujan + petir. Hal pertama yg gue pikirin, wah petir si tami gimana nih? Kaget pasti dia. Dan di McD, dia bbm gue. Gue ga sempet nemenin terlalu lama karena dia udah ngantuk lagi dan mencoba untuk tidur. Jam 5.30, gue beresin laptop gue persiapan balik ke atas. Gue pun (begonya) ngebut lagi dan ban gue selip lagi (dungcess). Sampe di atas, gue memutuskan untuk istirahat bentar baru nulis handout 1 lembar buat ujian gue nanti jam 12.

And yeah, I think about her dearly, every second I passed.

i have found you

Kenapa title dari blog ini gue tulis seperti itu? Ya, karena pencarian gue selama ini berakhir. Dulu gue sempat bingung, siapa calon jodoh gue? Tapi memang benar, prinsip pria baik dapat wanita yang baik seperti yang tante gue bilang. Dari awal sebenernya gue udah tau, dia yang terbaik buat gue. Dan ya, jodoh kalau tidak diperjuangkan tidak akan ketemu. I proud of of her, my brother know about her and approved. Tinggal papa dan umi yang harus tau. I hope, perjalanan yang masih jauh ini bisa kami lalui bersama, sekalipun ada masalah, it would bond us stronger than before.

At least, I know who to put my trust in kali ini, penantian selama ini berakhir. Tepat bulan november lalu. Dan dia spesial. Lebih dari martabak, lebih dari assassin creed saga. Semoha apa yang saya tulis disini diijabah sampe ke atas sana amin o:)

Us :)

Saturday in the morning. Nature itself presents good vibes. Beautiful day to start my activities, to make done what you’ve start and to replenish your spirit in order to face next week events. I know next week will be hard, and though indeed. For I’m facing LKTI. Lomba Keilmuan Teknik Industri teaming up wit 3 others superiors students. I don’t know why, but yeah I was just thinking and also affraid that I would be the burden of the team. The other 3, seemingly faithful and restless, prepared to face the case study that will be given on 23rd December. Me? Well, you know lah~

Yeah, here I’m laying down on my bed write down this blog put myself to rest. I’m facing some short of training this noon, ERP Game simulation. I’m joining the event held by faculty of economy together with my beloved one. Beloved one I mentioned, was already mentioned on my previous thread. Finally, I decide to end my loneliness and give away my all to someone that I considered as “worthy”. The one who will stand by my side through troubles, against all odds. I choose my chosen one carefully. Not for joy, but for future. I’m not a child anymore, I need to go one step further to gain something. Experiences are worth a pile of diamonds, they said. And I chose her not only for mere trial and errors. It’s because I want to stand by her side too. Giving her my best, and my everything. With her, I believe we shall prevail.

Pheromone Phenomena

It’s almost 12 pm. And here I am. Can’t fall asleep yet my eyes wide open still. It’s funny though since my last post months ago.

Dunno, I almost post something about love. It’s thing that I shouldn’t write down here. Since men, will never publish their feeling willingly, publicly.

So, I forfeit my intention to write such thing like that. It is indeed complicated, and the feeling is not fade, though it’s almost 2 months. Rather fades, it grows intense that I couldn’t barely imagine what would the outcome be. It’s funny that this love thingy could fuck your brain, which make the reasoning inside your brain seems haywired. Are these feromons reactions really mindblowing human’s ability of reasoning, making decision and so on.

Yet I can’t tell what I’m going to be. It’s hard to say things that are truly come from your feeling, toward that particular person you’re interested to. I can’t tell, it was hard or it was simply that emotion of fear being rejected. I dunno, I just don’t know what kind of steps I should take. But to be honest, that particular person really brings calmness on your life. Whenever the time is, wherever you are you always hope that this particular person stand by your side. Seeing her smile, staring her dead in the eye, hearing her laughter. Have such reaction that works like dopamine for you. Yeah, dope. That’s all I can say.

I’m hesitate, and surely I’m scared whether I’m being friendzoned or making progress here. Being friendzoned is somehow totally hurt than being rejected. This feeling, this kind of fear really make myself unrest. Since I always generate strategies how to put myself close to her in every occasions.

Pity me, but I don’t care.


Now, I’m on the right mood to write another thread of minds, this time let’s think and contemplate together, phenomena of autopilots.

Sebenernya gue gatau juga nama resmi dari “ketika anda melakukan sesuatu dalam state alam bawah sadar, menjalaninya tanpa perlu mikir, tapi itu semua udah otomatis berjalan apa adanya” nah, dari beberapa kata yang panjang itu, gue lebih seneng nyebutinnya dalam istilah “autopilot”.
Sebenernya alasan utama gue pengen ngangkat tema ini, soalnya ketika gue di bogor kemaren, I’ve been through a lot of sh*ts. And it’s because of autopilots. Sebenernya autopilot itu bagus sih disatu sisi. Kenapa? Soalnya apa yang lo perbuat itu cenderung natural, ga ada dibuat┬▓ dan ga ada rekayasa. Tapi, beberapa orang yang autopilotnya kurang terlatih, justru bisa jadi malapetaka buat dirinya sendiri. Gue bilang begitu bukan berarti gue udah bisa ngontrol autopilot gue. Sering banget gue lupa, kadang ketika lo lagi dalam fase autopilot, orang mungkin ngeliat lo biasa┬▓ aja, tapi lo kadang berpikir ketika autopilot, lo berasa lemot. Berasa kalo mikir loadingnya luaaama.

Pemicu autopilot pada dasarnya yaitu beban pikiran yang banyak. Ya banyak:
1. ketika lo memilih untuk tidak terlalu berlarut dalam suatu masalah, itu sebenernya yang memacu lo masuk ke dalam autopilot.

2.Ketika lo tidur kebanyakan (ini gue banget, gatau kalo yang lain) bener juga, tidur kebanyakan bikin lemot.

3. Ketika lo kebanyakan mikir 2 – 3 langkah ke depan.

Itu penyebab yang bisa gue analisis sih, dan gue gatau analisis itu valid apa engga. Gue sempet berpikir, kalo autopilot ini ada hubungannya dengan gelombang pikiran. Waktu itu gue pernah ikut training sama orang Yamaha Music yang kerjanya di Kaizen Center nah disitu dijelasin ada 3 tipe gelombang otak, alpha, beta dan theta. Pokoknya menurut gue autopilot ini masuk ke gelombang alam bawah sadar ketika “saringan informasinya kecil”. Jadi in this state of consciousness to unconsciousness, merupakan state of mind terbaik bagi seseorang dalam learning new things.

Alasan gue pikir autopilot itu baik, mungkin adalah ketika gue jawab soal┬▓ ujian, itu murni autopilot yang jalan. Kadang ketika gue ketemu sama soal┬▓ ujian, ya tarolah pas kuliah ini. I’m quite an excel student among my friends. Gue suka ditanya “nomor ini jawabannya apa, wan? Atau nomor ini lo jawabnya berapa, wan?”. Like hell as if I’d still remember what I wrote down there, fellas. Gue. Blank. Sama. Sekali. Apa. Yang. Gue. Tulis. Barusan.

tapi, selama gue ujian gue bisa nge-replay apa yang dosen gue omongin di kelas tentang materi kuliah tertentu, mimiknya, ekspresi wajahnya pas ngomong, intonasi suaranya, posisi gue duduk, lighting ruangan gue kuliah. Mungkin ini salah satu latihan kecil┬▓an buat chain of memorizing. Terus┬▓an lo lakukan ini dan akan dapet benefitnya di depan nanti. Malah kadang gue mikir, ” barusan gue ujian itu yang mikir tangan gue apa otak gue sih? “. Jadi, gue sedikit demi sedikit bisa mencerna apa aja cerita ajaib yang bokap gue pernah cerita ke gue dulu, salah satunya :
“Papa pinter sih enggak, tapi pas papa dulu Ak*bri, papa ga pernah remedial tuh. Malah papa waktu ujian, tangan papa jawab sendiri, bahkan papa gatau apa yang papa tulis. Dan hasilnya bagus”. Men, beruntung gue punya bokap kaya gitu, dan ya semoga informasi itu terekam dalam genome DNA gue. Amiiin.

Ada juga kata dosen gue, orang yang banyak membaca < orang yang banyak berpikir. Jadi, banyak┬▓lah berpikir. Gue pun mencerna banyak nasihat dari orang tua, paman, dan tante selalu gue cerna baik┬▓, gue renungkan. Bukan berarti gue lemot buat nangkep dengan cepat. Walaupun in fact, gue mikir kadang suka kelamaan, soalnya gue bisa mem-breakdown permasalahan sedemikian rupa, tapi belum sanggup buat ngasih batasan yang tepat dari suatu permasalahan itu. Jadinya, kalo mempertimbangkan sesuatu, harus mulai dari “masalah udah dapet, tinggal nentuin skala prioritas”. Ya, I think I wrote too much, I’m thinking about ending this writing ­čÖé have a nice day. And fyi, I’m writing this blog while waiting on the airport’s waiting room because I bound to Denpasar to spend the rest of my holiday hueheueheuehe

a thread of mind

Finally I barely make time to write this blog all over again.

Setelah diterjang sama badai per-UAS-an akhirnya gue bisa lewat juga. Bayangin aja, ujian pas puasa itu bukanlah sesuatu yang mudah kan? Ya betul. Kalo biasanya spare karbohidrat lo bisa masuk ke otak, dan bikin lo laper, tinggal jajan.
Tapi beda kalo ujian ketika puasa lo bener┬▓ dalam kondisi terpayah nahan laper, dan satu┬▓nya hal yang bisa recharge energi lo kembali cuma 1. Apa? Tidur. Dan itu quite wasting time, I think.

Tapi, dengan segala rahmat dan hidayah-Nya, gue bisa juga ternyata dapet nilai maksimal. Dan anehnya, semester ini ga ada itu nilai A-. Mungkin emang tangan Tuhan itu selalu ada disekitar kita kalo kita mau mencari. Dan anehnya lagi, semester ini nilai gue lebih tinggi daripada semester kemarin (achievement tertinggi IP ya pas semester 5, eh ternyata semester 6 lebih tinggi). Yang ngebuat gue ga PD nilai gue bakalan bagus adalah : gue terlalu banyak buang waktu untuk main ketimbang belajar. Nah, itu dia yang ngebuat gue ga yakin nilai semester ini bakalan bagus. Spare time abis ujian, temen dateng ke kos ngajakin maen tanpa pikir panjang enjoy aja gue main. Bukannya dipake buat belajar materi keesokan harinya. Tapi, beberapa hal yang gue peroleh dari gaming adalah : otak gue selalu fresh setiap saat. Kaya cangkir yang isinya udah dikosongin dan siap dituangin air the lagi. Tapi ya tiap orang sih beda┬▓ pendapatnya.

Now, I’d like to share all of you about my own principals, my own code.
Kalo kata tokoh villain di Fast Furious 6 “every man should have a code” me? “Every man should have codes” hahha.

Code pertama, Gue penganut paham totalis (gatau deh ini ada apa engga namanya totalis) ahahha. Intinya “do everything on 100% of you”. Semisal? Gue pengen main ah ┬╗ main sampe ancur (100%). Gue pengen olahraga ah ┬╗ olahraga sampe ancur. Gue pengen belajar ah ┬╗ belajar sampe ancur. Jadi apapun yang gue lakukan, jarang ada penyesalan. Itu karena gue menikmati semuanya dari awal, ga peduli berapa waktu yang digunakan haha. Kalo kata om dato, nasihat yang gue peroleh setelah shalat tarawih di banjarmasin “kamu ingat ini, hari ini saya harus lakukan yang terbaik. Belum tentu kamu dikasih hidup di keesokan harinya untuk melakukan aktivitas, jadi kalo memang sudah saatnya untuk berhenti, kamu puas melihat ke belakang atas kerjaan kamu. 100%. Kalo orang aja senang melihat hasil kerjamu, apalagi kamu? Ada kebanggaan yang terbesar di dalam diri”. Mungkin ga selengkap yg diomongin beliau, tapi itu garis besarnya.

Code kedua, “hari ini saya harus buat yang terbaik” kalo ini dari papa. Papa selalu bilang ini dan menasehati ini kalo ketemu gue. Esensinya? Buat yang terbaik bukan berarti lo harus jadi yang terbaik dari orang┬▓ sekitar lo dengan menghalalkan segala cara. Tapi cukup apa yang lo lakukan bener┬▓ karya lo 100%. Bukan nyuri dari sana sini.

Code ketiga, “Jangan anggap hidup itu persaingan”. Ini nasihat dari tante fara. Waktu itu gue cerita ke beliau kalo gue punya rival buat saingan IP, dan itu yang ngebakar semangat gue. Buat gue, rival itu motivasi. Supaya kita lebih semangat mengerjakan sesuatu. Tapi kalo gue renungin selama perjalanan dari St.Gubeng – Gresik gue mikir.. Kalo rival gue udah ga ada, gue bersaing dengan siapa? Nah. Be yourself. Gue inget kata psikiater AD waktu gue konsul psikologi dulu. “Apa yang kamu lakukan ya buat kamu sendiri, nak. Bukan untuk ditunjukkan ke orang lain”. Bener juga, gue harus mengubah mindset kalo apapun prestasi yang gue peroleh bukan buat swagging all around, tapi supaya ngebuat gue jadi “manusia”.

Code keempat. “Hidup itu indah” versi om dato yang terakhir. “Hidup itu pilihan” versi om dato yang pertama. “Hidup itu perjuangan” versi bapa jen. Kalo gue, punya code yang merangkum semua itu jadi 1 kalimat, dan memang itu yang gue rasakan. “Hidup itu adalah pilihan untuk berjuang atau tidak, dan menikmati keindahan saat dan setelah perjuangan” ini versi gue.

Code kelima. “Be unique, no matter what“. Ini kode yang gue peroleh sendiri. Disini maksudnya, tiap orang dan manusia itu merepresentasikan suatu pemikiran dan gagasan yang berbeda, ilmu yang berbeda karena Allah menciptakan manusia dengan segala keragamannya. Jadi gue bisa dibilang, anti mainstream. Why? Karena terkadang dengan mainstream tu sendiri membuat seseorang menjadi lunak, ngikutin arus tanpa paham apa adanya. Jadi, implementasi dari be unique ini sendiri adalah supaya orang tau, siapa Ridwan dan bagaimana kapabilitasnya. Sebatas itu, seseorang dianggap berharga apabila ada value yang jarang terdapat pada dirinya, bukan? Kalo contoh simplenya dari code kelima ini, dimulai dari tugas perkuliahan ataupun tugas apapun. LAKUKAN SEMUA YANG ADA DI KEPALAMU, ON THE FIRST THOUGHT AS FAR AS YOU THINK IT IS RIGHT. Jangan takut keliatan bego. Orang jadi pinter dan dibilang pinter setelah pernah mengalami masa bego. Gue ga pernah takut salah sekalipun kalo mencoba sesuatu. Dan gue mengecam keras orang yang meyalahkan sesuatu yang baru. Manusia diciptakan sebagai manusia yang kreatif. TAKE RISK, AND BE YOURSELF.

Lanjutan dari code┬▓nya mungkin akan gue pos beberapa tahun lagi, sebenernya masih banyak sih. Ini kan cuma ajang sharing, barangkali kita bisa saling menasehati satu sama lain, mungkin aja ada code(s) baru yang bermunculan setelahnya. Anyway, thanks! Dan mudah┬▓an gue bakal lebih rajin lagi update blog ini, nuangin semua hasil renungan nasihat dari orang┬▓ hebat disekitar gue.

PS : tulisan gue ga ada sistematikanya sama sekali. WELL THAT’S CREATIVE, DUDE. ANTI-MAINSTREAM HAHAHAHAH

Hello there!

Now I here. Standing before myself and doing something that I meant to be. What is it, they ask? Simple. I live my life my way. My rules. It’s not like I’ve been held by certain rules, certain normatives it’s likely I’m happy being myself.

College, they said. I’m happy to let myself stay here. Being a college student, majoring in industrial engineering. First, I think it would be hard but days by days had passed, I found myself this is exactly what I need.

I maybe not belong to popular university, or state university but I know, just like what Mr. Jalal said “what’s the point you get into state university while being mediocre? If here you can be the lion?” That’s true.

Later that day, I asked my dad whether he agree or disagree if I want myself being transferred to UPN and majoring petroleum. But dad gave me solution that beyond my expectation which was “why don’t you take double degrees? It saves you a lot of time than you have to start all over again”. Remember, you have age and you’re not forever young that’s the point”. That time I couldn’t answer my dad with such a rational answers. Because, I was just thinking majoring two engineering major study? Well, I’d like a stupid mule and I’m going to caught epilepsy for certain.

I posted this thread while I’m on Banjarmasin. It’s first time I came here. You know, I got no relatives here only friends, not a close one also. So, I’m not going to throw this blissful moment by sitting on a lazy couch inside my uncle’s. I rather be lost out there and find myself haha. You know what? Many people get really amazed and boastful because they can go abroad like to paris, brazil, germany and so on but they never get to Indonesian thousand’s island right? Well, seems like I gotta go. I’m going to watch conjuring here bye !

I barely have time to write something here, well been months since last I updated it. Why would I come back here? Simple. I’ve got some interesting story to be told.

Well, people acclamated me to be the Organizing Commitee Leader. Yeah, acclamated without voting. My senior recklessly came and drop by upon me only to favored me to lead some annual event called EXPLORAPHORIA. There were 2 options given to me that time. Becoming Steering Commitee Leader or OC. Took time only to decide which one would take the best of me? By my humble knowledge about leadership (I got only on Senior High School). I surveyed through questions given to all my colleagues, and then one simple answer thrown out from their minds. OC Leader. And so, i led every technical matters on Exploraphoria.

Day by day had passed, we strive seriously but also ease up. Me being pushed all away down to gave opinions, trade-offs between concepts and technicals.

I’d rather be telling you about the results. Cz I found it boring, I’m not a man that focused on the process. Because I’ve been through that hardtime before. Note my words
Quite harsh right?

1st day : we held Historic run. Perfect.
2nd day : we held Historical Parade based on cultural of indonesian archipelago. Almost perfect.
3rd day : we MADE HISTORY! We break MURI records by making the biggest photo mozaic (sized 18m x 5m) consists of 50.000 different photos. And yeah. We are LEGENDS.

2012 in review

The stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The new Boeing 787 Dreamliner can carry about 250 passengers. This blog was viewed about 1,600 times in 2012. If it were a Dreamliner, it would take about 6 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.